Penyebab Mobil Diesel Turun Mesin

0
53

 

Mesin diesel yang merupakan heavy duty engine sanggup bekerja pada kondisi extreme. Namun perawatan yang kurang bahkan salah dapat memicu masalah pada engine diesel yang membuatnya harus turun mesin.

Turun mesin sendiri adalah sebutan untuk sebuah mesin yang mengalami kerusakan parah sehingga mengharuskan mesin di keluarkan dari kendaraan untuk keperluan perbaikan

diesel engine berteknologi common rail menjadi mesin yang paling sering mengalami kerusakan inti. Selain perawatan yang kurang tepat, kesalahan oli hingga bahan bakar dapat memicu terjadinya kerusakan inti. Hal itu tidak diherankan, karena dibandingkan mesin bensin EFI mesin diesel ini memiliki proses kerja yang lebih ekstrim.

Penyebab mesin diesel harus turun mesin

Beberapa hal yang memicu sebuah mesin harus turun mesin adalah sebagai berikut ;

1. Silinder mengalami keausan

Penyebab pertama adalah adanya pelebaran diameter silinder mesin yang berimbas pada kecilnya tekanan kompresi yang dihasilkan, atau dengan kata lain silinder mengalami keausan. Karena tekanan kompresi kecil, maka daya yang dihasilkan juga berkurang. Untuk mengatasinya, kita harus membubut ulang blog silinder atau menggantinya. Untuk melakukan hal tersebut, maka mesin harus dilepaskan dari Mobil karena blog silinder termasuk central komponen. Baca pula ini tandanya mesin anda mengalami bocor kompresi

2. Ring piston juga mengalami keausan

Keausan ring piston juga akan berimbas pada tekanan kompresi yang kecil. Untuk melakukan penggantian, maka seluruh bagian mesin harus dilepaskan karena ring piston terletak pada jantung mesin atau piston. Penyebab keausan ring dan silinder menjadi penyebab umum mesin diesel mengalami turun mesin.

3. Terjadi pemuaian timing chain

Pada beberapa mesin diesel yang menggunakan timing chain akan menemui masalah ini. Saat timing chain mulai kondor atau memuai, suara mesin akan lebih berisik dan ada sedikit masalah pada performa mesin. Untuk melakukan perbaikan, beberapa model mesin bisa dilakukan pergantian tanpa menurunkan mesin. Namun jika ruang mesin terbatas, maka tidak ada cara lain selain melepas mesin dari Mobil.

4. Engine Locked

Engine locked atau kuncian terjadi ketika mesin tiba-tiba macet dan tidak dapat start lagi. Masalah ini terjadi karena mesin mengalami overheat atau kehabisan oli mesin. Sehingga ring piston akan melukai dinding silinder yang akan menghambat pergerakan piston. Untuk memperbaikinya, maka harus melakukan pembongkaran komponen mesin.

5. Batang piston bengkok

Batang piston atau connecting rod yang bengkok juga bisa menjadi penyebab yang membuat mesin harus mengalami pembongkaran. Connecting rod bisa bengkok karena ada sejumlah air yang masuk ke dalam ruang piston. Air ini tidak dapat di kompresi sehingga ketika piston bergerak ke atas, batang piston akan bengkok. Air ini dapat masuk umumnya ketika mobil menerjang banjir dengan ketinggian yang melebihi lubang intake.

ciri mesin diesel yang harus turun mesin.

1. Asap knalpot berwarna putih

Gas buang menjadi patokan yang menunjukan kondisi mesin. Jika asap Mobil berwarna putih, maka bisa dipastikan terdapat oli yang ikut terbakar dikala langkah perjuangan mesin. Oli tersebut bisa saja masuk melalui intake manifold ataupun masuk dari ruang engkol akhir silinder mengalami keausan.

Keausan silinder inilah yang menyebabkan mesin harus dibongkar lantaran letak silinder ada di belahan central mesin. Solusi dari duduk masalah ini ada OS (Oversize) atau pembubutan ulang. Terkait asap putih, selengkapnya bisa anda pelajari pada artikel penyebab mesin berasap putih + Solusinya.

2. Susah start di pagi hari

Ciri selanjutnya, yaitu ketika mesin sulit dihidupkan khususnya di pagi hari atau dikala kondisi mesin dingin. Masalah ini timbul lantaran tekanan kompresi mesin yang kecil. Sehingga dikala suhu mesin masih dingin, tekanan kompresi yang dihasilkan tidak bisa mengkremasi solar yang diinjeksikan dikala langkah usaha. Biasanya mesin akan hidup sesudah melalui beberapa Kali proses cranking, bisa 5 hingga 7 Kali start.

Kita tahu, bahwa mesin diesel itu mempunyai tekanan kompresi cukup tinggi. Nilai ini tentunya bukan tanpa alasan, sebagai self combustion engine mesin diesel harus memiiki suhu kompresi yang tinggi. Penurunan ini bisa disebabkan lantaran kebocoran kompresi melalui sela-sela piston (karna keausan silinder) atau lantaran kerusakan busi pijar.

Oleh lantaran itu, sebelum membongkar mesin ada baiknya untuk mengecek glow plug sebagai pemanas ruang bakar. Selengkapnya bisa anda baca pada Analisa Mesin Diesel Yang Susah Start DI pagi hari.

3. Tenaga mesin berkurang/ngempos

Ciri yang ketiga juga masih bekerjasama dengan duduk masalah keausan silinder. Ciri yang akan terasa, mesin akan mengalami loss power atau ngobos. Ini akan sangat terasa dikala kendaraan beroda empat berjalan di area pegunungan Tenaga mesin tiba-tiba berkurang. Masalah engine loss power memang sanggup disebabkan oleh banyak komponen. Tapi Ketika duduk masalah ini diikuti dengan dua ciri sebelumnya, bisa dipastikan mesin harus mengalami pembongkaran.

4. Oli mesin sering berkurang

Seperti ciri mesin harus turun mesin yang pertama, asap putih pada knalpot menunjukan ada oli yang ikut terbakar dikala proses pembakaran. Jika anda sering melaksanakan pengecekan oil stick, maka kondisi oli mesin akan berkurang. Berkurangnya oli mesin memang sanggup disebabkan kebocoran pada beberapa titik. Tapi untuk kebocoran oli mesin yang mengharuskan mesin mengalami penurunan, biasanya diikuti oleh ketiga ciri diatas.

Untuk mengetahui volume oli mesin, pertama pastikan kendaraan beroda empat dalam keadaan dingin. Lalu cek deep stick oli dan lihat berapa volumenya. Oli yang normal, mempunyai ketinggian tidak kurang dari range yang ditetapkan pada deep stick.

5. Suara mesin menjadi lebih kasar

Untuk ciri terakhir, akan terdengar dari bunyi mesin itu sendiri. Suara mesin yang mengambarkan adanya permasalahan pada inti mesin akan terdengar lebih kasar. Mesin yang sebelumnya bersifat clean dan tenang, akan bermetamorfosis mesin yang berasap dengan bunyi yang lebih kasar. Hal ini sanggup menunjukan tanda adanya keausan pada beberapa bearing hingga komponen mesin yang berada diluar range pakainya.

Nah itu dia beberapa penyebab dan ciri ciri nya,jika ada saran atau pertanyaan silahkan isi kolom komentar Dibawah ini

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here