Fungsi Dan Jenis-Jenis Alur pada Telapak Ban Mobil

0
55
Perbedaan fungsi alur pada ban mobil dan mengenali penggunaan jenis ban berdasarkan ulir alurnya
Perbedaan fungsi alur pada ban mobil dan mengenali penggunaan jenis ban berdasarkan ulir alurnya

Keamanan berkendara adalah fungsi adanya alur pada ban mobil anda. Pemilihan alur atau pola pada permukaan ban ini tidak boleh sembarangan. Tiap-tiapnya memiliki kelebihan dan kekurangan, juga fungsinya masing-masing.

Nah, dengan artikel ini, diharapkan anda bisa memilih jenis dan pola ulir ban mobil yang tepat. Dan mendapatkan kenyamanan berkendara yang maksimal.

Saat musim hujan saat ini, ban merupakan elemen penting karena merupakan media penghubung antara kendaraan dengan jalanan. Itulah mengapa ban mempunyai peran penting dalam setiap aktivitas berkendara karena ban merupakan salah satu komponen yang mempengaruhi keselamatan, kenyamanan, performa serta efisiensi kendaraan Anda terutama pada ban mobil.

Ban mobil telah dibekali dengan berbagai macam teknologi serta dilengkapi dengan berbagai banyak komponen bangun. Diantara berbagai macam komponen pada ban, terdapat salah satu ujung tombak kinerja ban, yaitu pada bagian ‘tread’ atau karet terluar yang biasa disebut dengan tapak ban.

Pada bagian ini, Anda akan menjumpai pola atau alur yang berbeda-beda dari masing-masing merek serta jenis ban. Alur tapak ban ini mempunyai kedalaman serta fungsi yang berbeda satu dengan lainnya. Semakin dalam dan banyaknya alur tapak ban atau Groove, maka semakin optimal penggunaannya ketika digunakan pada kondisi jalan yang basah. Sebaliknya ban jenis ini akan berkurang daya cengkramnya saat berada di jalan yang kering.

Semakin dangkal dan minim alur pada permukaan ban, maka pada kondis jalan yang kering, daya cengkramnya akan semakin optimal. Inilah mengapa saat berada pada lintasan balap, para pembalap menggunakan ban ‘slick’ atau botak polos tanpa alur ketika cuaca kering dan panas.

Fungsi Adanya Alur pada Ban Mobil

Ban mobil mempunyai standar dasar yang sama dan hanya dibedakan menjadi 3 pola, yaitu pola simetris, asimetris dan directional/ uni-directional. Ketiga pola ini mempunyai karakter serta kemampuan membuang air yang berbeda. Dengan kata lain, ketiganya memiliki fungsi alur pada ban mobil yang berbeda-beda. Berikut ini adalah penjelasan ketiga pola ban tersebut.

Simetris

Model tapak ban yang simetris ini merupakan tapak ban yang paling umum ditemui pada kebanyakan ban mobil. Pola pada permukaannya menggunakan desain simetris antara kedua sisinya (sisi luar dan dalam) di sepanjang permukaan hingga mengelilingi ban, motif desainnya pun serupa antara satu blok dengan blok lainnya.

Desain ini sengaja dibuat seperti alur gelombang dengan tujuan untuk membuang air. Selain itu, ban dengan pola seperti ini juga tidak mempermasalahkan arah sehingga dalam pemakaiannya dapat dibolak-balik arah rotasinya. Ban dengan desain simetris ini biasanya lebih nyaman dan tidak terlalu bising.

Asimetris

Ban dengan pola asimetris berbeda dengan pola simetris terutama di antara kedua sisinya. Jika pada pola simetris kedua sisinya mempunyai desain yang sama, akan tetapi pada pola asimetris desain di kedua sisinya berbeda. Dengan desain ini, pola asimetris mempunyai daya cengkram yang lebih baik.

Selain itu, ban dengan pola asimetris akan tampak seperti dua ban yang berbeda jika digabung menjadi satu. Hal ini karena pola pada bagian sisi luar dan dalam berbeda. Pola pada sisi bagian dalam biasanya lebih banyak jika dibandingkan dengan sisi luar, sehingga akan menghasilkan daya cengkram yang lebih baik ketika berada di kondisi jalan yang basah.

Sementara pada sisi bagian luar menggunakan pola yang lebih sedikit memberikan kontak yang baik pada permukaan jalan. Fungsi alur pada ban mobil ini diklaim mampu meningkatkan daya cengkram ketika dipakai saat menikung pada kecepatan yang cukup kencang. Namun pada ban berpola asimetris ini pemasangannya harus benar, sebab bagian sisi luarnya tidak dapat ditempatkan pada sisi bagian dalam karena akan membahayakan dan mengacaukan performa ban tersebut. Namun rotasi ban secara umum tidak akan bermasalah jika Anda memindahkannya antara sisi kiri dan kanan mobil selama bagian sisi dalam dan luarnya tidak terbalik.

Directional (Uni-directional)

Pola permukaan atau tapak ban mobil directional sangat berpegang teguh pada arah. Pada umumnya pola pada tapak ban ini berbentuk arah panah atau huruf ‘V’ dan biasanya terdapat tanda panah yang menunjukkan arah rotasi pada bagian dinding-dinding ban.

Ban dengan pola tapak jenis ini dapat dipasang di mana saja selama sesuai dengan arah yang dianjurkan. Bentuk dari pola alur directional ini berfungsi untuk memecah air sehingga dapat mengurangi kecenderungan terjadinya aquaplaning ketika berada pada kondisi jalan yang basah. Ban jenis ini juga mempunyai daya cengkeram yang baik saat berada di jalanan yang kering.

Cara Memilih Jenis Alur Telapak Ban yang Cocok untuk Mobil Anda

Lantas bagaimana memilih jenis alur yang tepat untuk telapak ban mobil anda? Untuk memilihnya sebenarnya sangat sederhana.

Senang Berkecepatan Tinggi

Alur tapak ban V memiliki keunggulan dalam menepis air. Tipe ini memberikan fungsi alur pada ban mobil berupa handling yang baik di jalanan yang kering atau basah, serta memberikan pengereman ban yang lebih baik. Ban tipe ini sangat cocok untuk kecepatan tinggi.

Jadi jika anda ingin mobil yang memiliki performa dapat melaju di kecepatan tinggi, jenis ban ini sangat disarankan.

Ingin Pengalaman Berkendara yang Lembut dan Nyaman

Alur kembangan ban jenis simetris. Alur tapak ban simetris bentuknya menyerupai alur bergelombang dan bentuknya sama persis antara kedua sisi. Ban tipe simetris ini memiliki keunggulan yaitu lebih terasa lembut serta cocok untuk kenyamanan.

Jika membawa ibu hamil, atau bayi di dalam mobil, telapak ban dengan alur kembangan simetris sangatlah cocok dan wajib digunakan.

Fungsi Alur pada Ban Mobil yang Cocok untuk Mudik

Alur tapak ban asimetris memiliki pola batikan kembangan yang tidak sama antara bagian luar dan dalam. Tapak ban ini didesain untuk menapak sempurna pada jalanan serta membuat pengendalian kendaraan menjadi lebih stabil pada jalan yang berbelok. Penggunaan ban ini cocok untuk daerah jalan pegungungan yang naik turun dan berkelok-kelok.

Penggunaan ban asimetris ini wajib ketika pulang kampung atau mudik ke kampung halaman.

Lihat Juga: Tips Mudik dengan Mobil Tua

Nah itulah beberapa kelebihan, kekurangan, jenis, dan fungsi alur pada ban mobil yang bisa kami berikan. Semoga menjadi informasi yang bermanfaat untuk kita semua.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here