efek mesin mobil kurang oli
efek mesin mobil kurang oli

Harga oli mesin mobil yang cukup mahal menjadikan beberapa orang nekat mengisi oli dengan volume yang kurang dari yang ditentukan. Tujuannya adalah untuk “irit” oli mobil.

Benarkah hal tersebut membuat irit?

Tentu saja tidak.

Mencoba irit dengan mengurangi jumlah takaran oli pasti akan menyebabkan kerusakan pada komponen mesin mobil dikemudian hari. Akibatnya tentu sangat jelas. Biaya perbaikannya akan lebih besar. Apakah anda ingin mengalami hal tersebut?

Oli diketahui merupakan syarat penting pada kendaraan. Oli berfungsi mengurangi gesekan antar komponen mesin mobil satu dengan yang lain. Gesekan yang terjadi dapat menyebabkan komponen mesin menjadi cepat aus dan mengurangi gesekan.

Fungsi Oli Mobil

Oli mesin memiliki fungsi yang cukup vital, diantaranya yakni ;

  • Sebagai pelapis komponen yang bergesekan
  • Sebagai pembilas kerak dan karbon didalam mesin
  • Untuk meratakan panas mesin
  • Bisa untuk menyerap panas mesin
Lihat Juga : mengapa harga fortuner mahal

Kondisi jalanan di kota-kota besar Indonesia semakin hari semakin padat. Dengan begitu, cara pandang dalam perawatan mobil khususnya pergantian tentu menjadi berbeda. Jika sebelumnya lebih dikenal aturan masa pergantian oli dengan jarak tempuh, maka kini sudah tidak berlaku lagi.

“Maksudnya oli tersebut harus diganti pada jangka waktu 10 ribu kilometer, tapi karena macet dengan mesin terus jalan tentu hal itu perlu diperhatikan, karena bila dilihat jarak tempuhnya kurang dari 10 ribu kilometer, tapi karena macet dan mesin tetap berjalan. Artinya, mesin bekerja itu bisa lebih dari 10 ribu kilometer,” ungkap Gordon Alexander Lit, Chief Technical and Training Officer Liqui Moly Asia Pacific PTE. LTD.

Pria berkewarganegaraan Singapura itu, menambahkan makanya jangan suka mengirit oli mesin, karena di dalam kota-kota yang punya lalu lintas macet, kinerja mesin bisa lebih jauh dari jarak tempuh yang terlihat dari roda.

“Jadi lebih baik rajin ganti oli, ketimbang mau irit tapi nanti risikonya bisa menyebabkan kerusakan pada mesinnya.”

Pihaknya merekomendasi bahwa, dalam satu tahun jika biasanya orang-orang mengganti oli sebanyak dua kali, sebaiknya ganti oli tiga kali dalam setahun. Berarti dalam empat bulan sekali ganti oli, agar mesinnya bisa lebih stabil.

Akibat Jika Terlalu Irit Ganti Oli

Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Anjar Rosjadi, mengatakan salah satu masalah yang akan kerap hinggap jika mobil kurang oli adalah rusaknya komponen-komponen di dalam mesin. Sebab, pelumasan oli tidak akan optimal.

“Kan kalau pelumasannya tidak maksimal, berarti metal di dalam engine bergerak sehingga bisa bikin baret ketika metal berdesakan, kalau oli kurang bisa baret,” kata Anjar.

Selain itu, menurut Anjar, apabila mesin mobil kekurangan oli, piston ring juga akan ikut bermasalah. Piston juga dikatakan bakal bermasalah karena pemakaian kendaraan yang terlalu dipaksakan, hingga jenis oli yang salah, hingga faktor kotoran.

“Terus piston ring, kalau sudah baret pasti mesin mobil akan kasar karena kekurangan pelumas. Bahkan kalau oli kurang makin parah, berarti gerakan tidak mulus lagi atau tidak licin lah, bisa bengkok, dan bisa ngejump,” ujar dia.

Lihat Juga : mobil yang enak untuk mudik

Cara Ganti Oli yang Baik

Untuk itu, ia menyarankan agar selalu menjaga serta mengecek rutin oli mobil. Hal ini berguna untuk mencegah kerusakan komponen mobil yang tentu akan merepotkan penggunanya. “Kalau bisa jangan di bawah 1,5 liter, sesuaikan dengan buku manual saja, supaya mesin mobil bisa terlumasi dengan baik dan awet,” tutur dia.

jika oli mobil kurang
jika oli mobil kurang

Demikian artikel yang dapat kami sampaikan. Jika anda memiliki pertanyaan silahkan mengirimkan pertanyaan anda di kolom komentar di bawah ini. Terimakasih.

Dunia-Mobil.com | Majalah Berita Otomotif Indonesia


posted by admin 5 , 936


 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here