Data Pribadi Pria Ini Dipalsukan, Pelaku Pakai untuk Kredit Fortuner

0
647
foto diduga pelaku pemalsuan data pribadi untuk membeli fortuner
foto diduga pelaku pemalsuan data pribadi untuk membeli fortuner

Bayangkan kerugian yang mungkin kamu alami jika data-data pribadi dipalsukan? Nah hal itu dialami seorang pria. Tidak tanggung-tanggung, data pribadi pria ini digunakan oleh orang tak bertanggung jawab untuk membeli Fortuner dan CRV !

Kasus

Kasus ini diketahui ketika seorang warga Tangerang Selatan, Renaldy Bosito Martin (43) melapor ke Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya terkait pemalsuan identitas dirinya oleh seseorang.

Pelaku lalu menggunakan identitas palsu tersebut untuk membeli Toyota Fortuner dan Honda CRV dengan sistem kredit.

Kronologi

Renaldy menceritakan, kejadian berawal pada tanggal 12 Januari 2018 sore saat ia  mendapat telepon dari analis kredit Bank B Finance.

“Analis itu ingin mengonfirmasi apakah memang benar saya sedang mengajukan proses kredit mobil Toyota Fortuner. Si analis menelepon ke nomor saya karena saya pelanggan mereka sejak lama,” kata Renaldy.

Lihat Juga : penyebab mobil tek tek saat tanjakan

Rupanya analis itu melihat kejanggalan, yaitu nomor telepon Renaldy dan istrinya yang diberikan pemohon berbeda dengan yang ada di daftar mereka.

Dari konfirmasi tersebut dipastikan bahwa identitas Renaldy dipalsukan.

Pada data bank tertera NIK, KTP, NPWP, nama, tempat, dan tanggal lahir Renaldy dan pelaku sama. Namun alamat rumah mereka berbeda.

ktp Renaldy yang dipalsukan pelaku
ktp Renaldy yang dipalsukan pelaku

“Lalu foto di KTP ternyata berbeda dengan yang di database mereka. Bank lalu membagi foto pelaku dan pasangannya yang bernama Inggid yang mengaku sebagai istri saya,” tutur Renaldy.

Laporan ke Polisi

Renaldy mencoba melaporkan kasus itu ke Polres Tangerang Selatan.

Namun karena menurut polisi transaksi dibatalkan oleh bank B dan tidak terjadi kerugian maka laporan tidak dapat diproses.

“Hanya mereka mau membuat surat tertulis tangan berisi pemberitahuan bahwa pada hari itu saya sudah berusaha melaporkan adanya pemalsuan identitas terhadap diri saya,” ujarnya.

Kasus Kembali Terjadi

Pada minggu ketiga Februari, Renaldy bermaksud melakukan transfer kredit KPR dari Bank D ke Bank N, namun gagal karena rasio kreditnya di Bank Indonesia sangat tinggi.

Marketing Bank N menyebutkan beberapa contoh penggunaan kredit itu, salah satunya untuk membeli mobil pada akhir Januari.

“Saya bilang kalau saya tidak melakukan kredit tersebut.  Beliau menyebutkan bahwa di layar laporan Bank Indonesia ada datanya dan yang mengucurkan uang kredit terdaftar di BI adalah Bank SM sebesar Rp 225 juta,” jelasnya.

Di layar BI checking tersebut, nama dan NIK Renaldy dan peminjam sama, namun alamat rumahnya berbeda.

Kembali Melapor ke Polisi

Pada hari yang sama Renaldy lalu melapor kembali ke Polres Tangerang Selatan.

Namun karena alamat rumahnya di Tangerang Selatan, si pemalsu beralamat di Depok, dan pengucur kredit adalah Bank SM Tanah Abang, maka ia disarankan untuk melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya.

Renaldy juga mendatangi pemberi kredit yaitu SM Multi Finance di Roxy Square.

Di kantor itu dia dijelaskan bahwa Renaldy palsu tersebut bisa membuktikan dokumen dalam bentuk seperti asli yaitu:

  • KTP,
  • NPWP,
  • KK,
  • PBB,
  • dan buku nikah KUA

Marketing Multi Finance yang dipanggil menyatakan bahwa dia dan surveyor telah mengecek fisik semua dokumen yang diajukan pelaku.

Hanya saja alamat, data anggota keluarga di KK, dan buku nikah memang berbeda dengan Renaldy.

foto diduga pelaku pemalsuan data pribadi untuk membeli fortuner
foto diduga pelaku pemalsuan data pribadi untuk membeli fortuner

Mobil yang dikreditkan lewat SM Multi Finance adalah Honda CRV dengan pelat nomor B 816 LUL.

Akibatnya, Renaldy beberapa kali didatangi debt collector yang menagih cicilan kredit mobil tersebut.

Ia pun terkejut karena NPWP yang digunakan adalah NPWP dirinya dengan alamat baru di KPP baru.

Si pemalsu bahkan menggunakan nama ibu kandung Renaldy untuk persetujuan kredit dengan total pinjaman sebesar Rp 350 juta.

Namun setelah dijelaskan ada pemalsuan identitas, para debt collector itu lalu berusaha mencari pelaku pemalsuan.

Renaldy mengaku sudah melaporkan kasus yang menimpanya ke Wakil Direktur Reserse Umum AKBP Ade Ary.

Kasus itu lalu dilimpahkan ke Unit I ResMob Polda Metro Jaya dengan nama penyidik AKP Lukman.

Laporan ke Polisi adanya Pemalsuan Data Pribadi
Laporan ke Polisi adanya Pemalsuan Data Pribadi

“Setelah melakukan wawancara untuk berkas penyelidikan, saya diminta untuk terus menginformasikan jika ada perkembangan baru dari pihak leasing sembari mereka melakukan penyelidikan,” jelasnya.

Renaldy mengaku heran bagaimana semua data rahasia yang hanya diketahui pihak bank bisa bocor, termasuk nama ibu kandungnya.

“Apakah mungkin ada sindikat bisa menggunakan alamat rumah yang benar-benar mereka tempati untuk melakukan kejahatan seperti ini? Bagaimana prosedur Know Your Customer (KYC) dari kedua lembaga keuangan (SM dan KP) tersebut dijalankan?” tutur Renaldy.

Ia berharap ada tindak lanjut dari pihak bank dan institusi keuangan lainnya untuk memulihkan nama baiknya pada daftar kredit Bank Indonesia.

Lihat Juga : cara merawat mobil bekas bagi awam

“Apakah semudah itu seseorang memalsukan dokumen-dokumen negara mulai dari KTP elektronik, NPWP, KK, PBB, dan Buku Nikah?  Dan bahkan mereka bisa tahu saya punya kartu NPWP lama dan baru? Sampai saat ini saya belum tahu apakah ada kredit-kredit lain yang dilakukan penipu ini atas nama saya,” ujarnya.

Bagaimana menurut teman-teman dunia-mobil menyikapi kasus ini?

Kami berharap agar hal tersebut tidak terjadi menimpa kita semua.

Dunia-Mobil.com | Majalah Otomotif Mobil Online Indonesia


posted by admin 5 , 479


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here