Merawat mobil bukan hanya soal menjaga tampilan tetap bersih. Perawatan yang tepat dapat memperpanjang usia kendaraan, menjaga performa mesin tetap optimal, dan mencegah kerusakan besar yang memakan biaya tinggi.
Banyak pemilik mobil baru sadar pentingnya perawatan setelah muncul masalah seperti mesin overheat, AC tidak dingin, atau konsumsi bahan bakar yang boros. Padahal, dengan perawatan rutin dan kebiasaan yang benar, risiko tersebut bisa diminimalkan sejak awal.
Berikut panduan lengkap cara merawat mobil agar tetap awet dan tidak cepat rusak.
1. Rutin Mengganti Oli Mesin
Oli mesin berfungsi sebagai pelumas komponen mesin agar tidak terjadi gesekan berlebihan. Jika oli jarang diganti, kinerja mesin akan menurun dan risiko kerusakan meningkat.
Idealnya, oli mesin diganti setiap:
- 5.000–10.000 km (tergantung jenis oli)
- Atau setiap 6 bulan sekali
Ciri oli harus diganti:
- Warna sudah hitam pekat
- Mesin terasa lebih kasar
- Konsumsi BBM meningkat
Mengabaikan penggantian oli bisa menyebabkan keausan mesin yang serius.
2. Periksa Air Radiator Secara Berkala
Radiator berfungsi menjaga suhu mesin tetap stabil. Jika air radiator kurang atau kotor, mesin bisa mengalami overheat.
Pastikan:
- Air radiator selalu dalam batas normal
- Gunakan coolant, bukan air biasa
- Cek selang radiator dari kebocoran
Overheat yang dibiarkan dapat merusak head silinder dan komponen mesin lainnya.
3. Cek Tekanan dan Kondisi Ban
Ban adalah komponen yang langsung bersentuhan dengan jalan. Tekanan angin yang tidak sesuai bisa menyebabkan:
- Ban cepat aus
- Konsumsi BBM lebih boros
- Kendaraan tidak stabil
Cek tekanan ban minimal 2 minggu sekali.
Lakukan spooring dan balancing setiap 10.000 km agar ban aus merata.
4. Panaskan Mobil Sebelum Digunakan
Meskipun mobil modern sudah menggunakan sistem injeksi, memanaskan mesin tetap penting.
Cukup 1–2 menit sebelum digunakan.
Tujuannya agar:
- Oli bersirkulasi dengan baik
- Mesin mencapai suhu kerja ideal
- Komponen tidak bekerja dalam kondisi kering
5. Servis Rutin Sesuai Jadwal
Setiap mobil memiliki buku servis dengan jadwal berkala. Biasanya setiap:
- 10.000 km
- 20.000 km
- 40.000 km
Pada servis rutin, teknisi akan:
- Membersihkan throttle body
- Mengecek sistem rem
- Mengganti filter udara
- Memeriksa aki
Servis rutin jauh lebih murah dibanding perbaikan besar akibat kelalaian.
6. Gunakan Bahan Bakar Sesuai Spesifikasi
Menggunakan BBM dengan oktan yang sesuai rekomendasi pabrikan dapat menjaga pembakaran tetap optimal.
Jika mobil membutuhkan RON 92, hindari menggunakan RON lebih rendah karena bisa menyebabkan knocking dalam jangka panjang.
7. Jaga Kebersihan Eksterior dan Interior
Membersihkan mobil bukan hanya soal estetika.
Kotoran yang menempel terlalu lama bisa:
- Merusak cat
- Menyebabkan karat
- Membuat interior cepat kusam
Cuci mobil minimal seminggu sekali, terutama setelah terkena hujan.
8. Hindari Kebiasaan Mengemudi yang Kasar
Gaya berkendara sangat mempengaruhi usia kendaraan.
Hindari:
- Menginjak gas mendadak
- Rem mendadak terus-menerus
- Membawa beban berlebih
Mengemudi dengan halus membuat komponen mesin, transmisi, dan rem lebih awet.
9. Perhatikan Kondisi Aki
Aki yang lemah dapat menyebabkan mobil sulit distarter.
Ciri aki mulai lemah:
- Starter terasa berat
- Lampu redup
- Indikator aki menyala
Rata-rata aki bertahan 1,5–2 tahun tergantung pemakaian.
10. Dengarkan Suara Mesin yang Tidak Normal
Jika muncul bunyi aneh seperti:
- Ketukan
- Gesekan
- Dengungan keras
Segera lakukan pemeriksaan.
Kerusakan kecil yang ditangani lebih cepat akan jauh lebih hemat biaya.
Kesimpulan
Merawat mobil agar tetap awet dan tidak cepat rusak sebenarnya tidak rumit. Kunci utamanya adalah konsisten melakukan perawatan rutin, menggunakan bahan bakar yang sesuai, dan mengemudi dengan bijak.
Biaya perawatan berkala jauh lebih kecil dibanding biaya perbaikan besar akibat kelalaian.
Dengan memahami cara merawat mobil yang benar, Anda bisa menjaga kendaraan tetap awet, menghindari kerusakan besar, dan menghemat biaya perbaikan di masa depan.
