Cara Mengerem yang Benar saat Mobil di Tanjakan

0
427
cara mengerem yang benar
cara mengerem yang benar

Tahu cara mengerem yang benar sama pentingnya dengan tahu rambu-rambu lalu lintas. Dengan teknik yang baik dan benar, dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan hingga lebih dari 80%.

Teknik pengereman saat berkendara perlu diperhatikan. Jangan sampai pengereman yang niatnya untuk menghindari bahaya malah berbalik membahayakan.

Norman Syam, Trainer di Indonesia Safety Driving Centre (ISDC), memberikan sedikit tips bagaimana mengerem dengan aman. Yang penting kata dia adalah jangan panik.

“Kalau mobil tanpa ABS, ngerem dengan cara dipompa. Pompanya seperti apa, tekan rem 100 persen tapi dikocok. Jangan sampai ban mengunci sesaat lebih lama, mobil akan ngesot dan membahayakan,” kata pria yang akrab disapa Omen itu.

Lihat Juga : review wuling cortez 2018

Pengereman juga bisa dibantu dengan engine brake. Teknik engine brake dengan menurunkan gigi secara bertahap membantu meringankan daya pengereman.

Lihat juga : Penyebab AC Mobil Tidak Dingin hanya Keluar Angin

“Engine braking itu membantu beban kita pada saat pengereman. Memang engine brake itu harus dilihat takometer (RPM) berapa, jangan sampai begitu dia gigi rendah malah RPM tinggi, malah bikin rusak mobil, jadi harus menyesuaikan,” sebut Omen.

mengerem mobil manual di tanjakan
mengerem mobil manual di tanjakan

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Cara Mengerem yang Benar antara lain adalah:

  • selalu berkendara dalam kecepatan yang dapat direm secara mendadak
  • pastikan jarak anda dan mobil di depan cukup untuk pengereman
  • ketika terpaksa mengerem, pastikan untuk tidak asal banting setir ke kiri/kanan
  • jangan memaksa mengerem atau banting stir ketika menemukan lobang, terkadang lobang cukup untuk dihantam saja
  • selalu berkendara dengan hati-hati
  • berdoa

Untuk memaksimalkan fungsi rem, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam Cara Mengerem yang Benar adalah:

  • selalu check kondisi kampas rem
  • selalu check kondisi oli rem
  • jangan memaksakan kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi jika merasa rem terasa tidak normal
  • jangan langsung memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi tanpa melakukan 2-3 pengetesan kualitas pengetesan.

Yang perlu diluruskan, lanjut Omen, adalah pengertian pengereman bukan untuk menghentikan kendaraan, tapi mengerem untuk mengurangi kecepatan. Maksudnya adalah, mengerem sampai menuju berhenti itu ada proses dan jaraknya. Tak bisa ngerem kendaraan langsung berhenti.

Lihat Juga : review wuling confero 2018 terbaru

“Kalau mindset-nya (ngerem) menghentikan kendaraan, yang bisa bikin (langsung) berhenti cuma tembok, pohon, beton, artinya nabrak,” katanya.

cara mengerem yang benar
cara mengerem yang benar

Dunia-Mobil.com | Majalah Berita Otomotif Indonesia


posted by admin 5 , 439


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here