Berencana Membuat SIM? Kenali Sistem E-Drive Polri

0
120
Kenali Sistem E-Drive Polri
Kenali Sistem E-Drive Polri

Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan inovasi-inovasi untuk semakin meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pada tahun sebelumnya, pembuatan SIM dirasa tidak mempunyai transparasi data kepada calon pengguna SIM sehingga tidak tahu letak salahnya terdapat dimana. Sebab inilah calon pengguna SIM yang tercatat gagal saat uji praktik harus praktik lagi dan lagi hingga dinyatakan layak berkendara.

Kali ini inovasi muncul didalam sektor lalu lintas. Polri meluncurkan Electronic Driving System (e-Drives) yang digunakan untuk menggantikan petugas dalam metode uji praktik pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM). e-drive untuk pembuatan sim ini berlaku untuk kategori SIM A maupun SIM C.

layanan konsultasi

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes. Pol. Yusuf, S.I.K., M.Si., menyebutkan beberapa hal terkait dengan penerapan e-Drive yang diluncurkan hari ini, Kamis (5/12/19).

Diketahui sebelumnya, penerapan e-Drive ini merupakan metode dimana yang biasanya ujian praktik dalam pembuatan SIM dinilai secara manual, tapi dengan adanya e-Drive ini semua digantikan dengan sensor dan diolah dalam sistem komputerisasi. Jadi, transparasi data ke masyarakat dapat diketahui dengan mudah.

Apa itu E-Drive?

Untuk anda calon pengguna SIM, yuk simak beberapa hal terkait tentang e-Drive ini;

  1. System e-Drive memiliki empat buah sensor. Terdapat RFID (Radio Frequency Identification), Passive Infrared, Vibration Sensor, dan Ultasonic.
  2. Sensor RFID akan ditempatkan pada kendaraan yang merupakan sistem identifikasi nirkabel. Digunakan untuk mengambil data secara nirkabel dengan kata lain saat peserta melewati radar RFID. Secara otomatis data akan tampil pada aplikasi ujian praktik SIM di ruang monitoring.
  3. Passive Infrared adalah cahaya infra merah dan terpasanp pada garis awal dan akhir untuk mengetahui saat peserta memulai dan selesai pada masing-masing tahapan.
  4. Vibration Sensor, sebuah sensor yang diletakan dalam patok (kun) yang terpasang di samping lintasan untuk mengidentifikasi getaran saat ada peserta yang menyentuh atau menabrak patok tersebut.
  5. Sensor Ultrasonic yaitu pancaran gelombang suara dengan frekuensi 20 kilo Hertz, sebuah sensor yang akan digunakan untuk ujian praktik tanjakan dan turun bagi pemohon SIM mobil. Sensor tersebut akan mengetahui posisi terkahir mobil sebelum menanjak, jika terjadi pergerakan mundur atau maju sebelum melanjutkan tanjakan atau turunan, maka sensor akan mengirimkan sinyal ke ruang monitoring.

Itulah ulasan terkait e-drive untuk pembuatan SIM. Semoga artikel ini dapat bermanfaat oleh anda. Untuk anda calon pengguna SIM, semoga sudah tidak asing lagi oleh sistem e-drive ini ya…GoodLuck..

Baca artikel bermanfaat lainnya di Dunia Mobil

Yuk komentar dibawah ini . Saling berbagi itu indah 😊

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here