Ban Mobil Sering Bocor? Ketahui Berapa Kali Ban Mobil Boleh Ditambal

0
66
Batasan Berapa Kali Ban Mobil yang Bocor Boleh Ditambal
Batasan Berapa Kali Ban Mobil yang Bocor Boleh Ditambal

Ban mobil bocor merupakan hal yang menyebalkan. Dan tentunya, menambal ban adalah pilihan terbaik. Namun ada kalanya anda tidak boleh lagi menambal ban. Mau tidak mau, anda harus ganti ban.

Nah, berapa kali sebenarnya ban mobil boleh ditambal? Ini jawabannya.

Ranjau paku masih menjadi momok bagi pengguna jalan raya terutama pengguna kendaraan. Kalau sudah apes begini, biasanya jurus tambal-menambal jadi andalan.

Tapi, apakah ada batasan aman ban mendapatkan tambalan?

Efek Jika Ban Mobil Terlalu Banyak Tambalan

Semakin banyak bekas tambalan menyebabkan semakin sering ban kekurangan tekanan udara. Ini tentu menyulitkan pengguna kendaraan bila harus menambah tekanan ban dalam waktu dekat.

Selain itu bila kekurangan tekanan udara berdampak pada keselamatan selama berkendara. Ban menjadi cepat aus karena area tapak ban semakin melebar, tekanan juga membuat ban berpotensi meledak di perjalanan.

Kondisi yang menyebabkan ban harus diganti biasanya adalah kerusakan pada dinding ban. Jika terjadi lubang di dinding ban sulit untuk ditambal. Rudy mengungkapkan yang bisa diperhatikan adalah jarak antara lubang yang satu dengan lubang lainnya. Bila berdekatan berpotensi untuk membuat udara keluar. “Secara teori, jika antara tambalan yang satu dengan yang lain hanya berjarak dua sentimeter, atau malah kurang, itu hitungannya sudah tidak aman. Dua sentimeter atau lebih itu batas amannya,” ucap Rudy

Tambal merupakan cara jitu untuk menyiasati rusaknya bagian ban yang rusak. Teknik ini bisa dipakai baik untuk ban dengan ban dalam (tubetyre) maupun tanpa ban dalam (tubeless).

Khusus tipe yang kedua, pengguna kendaraan disarankan tidak menambalnya berulang-ulang. Sebab bisa membuat ban rawan pecah.

Berapa Kali Ban Mobil Boleh Ditambal? Ini Kata Para Ahli

“Belum ada batasan mengenai berapa kali ban harus mendapatkan tambalan. Tapi biasanya maksimal lima lubang saja, ban sebaiknya sudah harus diganti,” ucap Instruktur Sentul Driving  Course Rudy Novianto saat ditemui Kamis (30/8/2018).

Training and Product Evaluation Department Manager PT Bridgestone Tire Indonesia, Deni Arief Pribadi menilai untuk ban tubeless, sebaiknya ditambal maksimal empat kali.

“Kalau dilihat pada ban, itu ada empat kuardan. Paling tidak di setiap kuardannya ditambal satu lubang,” kata Deni saat ditemui di pabrik Bridgestone di Karawang, pekan lalu.

Pada saat rusak terkena paku, Deni menilai chasing atau benang yang ada pada lapisan ban bisa putus. Sehingga jika terus menerus dibiarkan, karet akan mengembang dan pecah.

“Makanya satu lubang tidak boleh ditambal dua kali. Karena bisa expand dan pecah,” ujar Deni.

Product Development Specialist GT Radial Dodi Yanto punya pendapat berbeda dengan mengatakan, tidak ada batasan maksimal berapa titik permukaan pada ban tubeless yang masih bisa ditambal.

Memilih percaya yang mana, tergantung penilaian anda masing-masing.

Saat Ban Mobil Tidak Boleh Lagi Ditambal

Namun Dodi Yanto menyebut area yang rusak tidak boleh terlalu besar diameternya dan jarak antar lubang juga tidak berdekatan. Selain itu, ukurannya juga tidak terlalu besar.

“Tapi kalau benda asing yang merusak bannya gede dan setelah ditambel masih bocor, sebaiknya ban diganti. Karena konstruksi di dalam ban terdiri atas rangkaian benang nylon. Jadi pada saat ditusuk pakai jarum untuk nambal, karet tambalannya itu sudah merusak tatanan konstruksi di area itu,” ucap Dodi.

Ban mobil atau motor kerap mengalami kebocoran. Salah satu penyebabnya adalah tertusuk ranjau paku.

Namun perlu dicatat, meski ban bocor bisa di-repair dengan cara ditambal, tetapi hal tersebut tidak semua bisa dilakukan khususnya jika masalah terjadi dibagian samping.

Menurut Performance Development Plan Segment Manager PT Michelin Indonesia Refil Hidayat, jika ban bocor dibagian samping cara yang paling tepat adalah menggantinya.

Kata Refil, ban bocor harus diganti karena bagian tersebut sangat berhubungan langsung dengan konstruksi ban, di mana sisi ban berteknologi radial, jika dibongkar secara keseluruhan terdiri dari benang, sedangkan bagian tapak ban lebih kuat karena memiliki besi.

“Pada bagian ban samping (kontruksi ban) akan lebih sering naik-turun, lebih banyak seperti suspensi. Kalau benang sudah putus, lalu ditambal, dia (terganggu) akan naik-turun terus,” ujar Refil saat ditemui usai peluncuran ban Michelin Pilot Sport 4S di Sirkuit Sentul, Bogor, Jumat (28/7/2017).

Sebalikya, Refil menyatakan, jika ban bocor di bagian tapak hal masih diperbolehkan dilakukan penambalan. Hanya saja, untuk melakukan tambal harus diperhatikan berapa jarak antara lubang baru dengan lubang lama.

Karena itu, disarankan maksimal penambalan ban bocor hanya berjarak enam milimeter. jika lebih dari itu, tidak direkomendasikan, karena dapat merusak struktur ban.

Itulah informasi yang bisa kami berikan mengenai berapa kali sebenarnya ban mobil boleh ditambal ketika bocor. Semoga bermanfaat dan jangan lupa membagikan artikel ini kepada teman ataupun kerabat yang sekiranya membutuhkan informasi ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here